Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar seseorang berkata, “Ya sudah, saya legowo saja.” Istilah ini cukup populer di Indonesia, terutama dalam percakapan yang berkaitan dengan menerima keadaan atau keputusan tertentu. Namun, sebenarnya apa yang dimaksud dengan legowo? Apakah hanya sekadar pasrah? Atau memiliki makna yang lebih dalam?
Artikel ini akan membahas secara lengkap arti legowo, asal-usulnya, makna filosofisnya, serta bagaimana sikap legowo diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pengertian Legowo
Secara umum, legowo berarti menerima sesuatu dengan lapang dada, ikhlas, dan tanpa menyimpan rasa dendam atau keberatan.
Orang yang legowo mampu:
- Menerima kenyataan meskipun tidak sesuai harapan
- Tidak menyalahkan orang lain
- Tidak menyimpan rasa sakit hati
- Tetap bersikap tenang dan dewasa
Legowo bukan berarti tidak punya perasaan, tetapi mampu mengelola emosi dengan bijak.
Asal Kata Legowo
Istilah legowo berasal dari bahasa Jawa, yaitu dari kata “lego” yang berarti luas atau lapang, dan “dowo” yang berarti panjang. Secara filosofi, legowo dapat dimaknai sebagai hati yang luas dan panjang kesabarannya.
Dalam budaya Jawa, sikap legowo sangat dijunjung tinggi karena mencerminkan kedewasaan dan kebijaksanaan seseorang.
Apakah Legowo Sama dengan Pasrah?
Banyak orang mengira legowo sama dengan pasrah. Padahal, keduanya berbeda.
- Pasrah cenderung berarti menyerah tanpa usaha.
- Legowo berarti menerima hasil setelah berusaha maksimal.
Jadi, legowo adalah sikap setelah melakukan yang terbaik, lalu menerima hasilnya dengan lapang dada.
Contoh Sikap Legowo dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Dalam Dunia Kerja
Misalnya, Anda sudah bekerja keras untuk promosi jabatan, tetapi yang terpilih adalah rekan kerja lain. Sikap legowo berarti Anda menerima keputusan tersebut tanpa iri atau menyebarkan kebencian.
Anda tetap profesional dan berusaha meningkatkan diri.
2. Dalam Hubungan Pertemanan
Ketika terjadi kesalahpahaman, orang yang legowo bersedia memaafkan dan tidak memperpanjang masalah.
3. Dalam Keluarga




Dalam keluarga, sikap legowo sangat penting untuk menjaga keharmonisan. Misalnya saat terjadi perbedaan pendapat, seseorang yang legowo tidak memaksakan kehendak dan mau mendengar sudut pandang orang lain.
4. Dalam Kompetisi atau Perlombaan
Ketika kalah dalam lomba, orang yang legowo mampu mengucapkan selamat kepada pemenang dan tetap menghargai proses yang telah dilalui.
Ciri-Ciri Orang yang Legowo
Berikut beberapa karakter orang yang memiliki sikap legowo:
- Tidak mudah marah berlebihan
- Tidak menyimpan dendam
- Mau memaafkan
- Mampu melihat sisi positif dari kegagalan
- Tidak menyalahkan keadaan terus-menerus
Sikap ini menunjukkan kematangan emosional.
Mengapa Sikap Legowo Itu Penting?
1. Menjaga Kesehatan Mental
Menyimpan amarah dan kekecewaan terlalu lama bisa berdampak buruk pada kesehatan mental. Dengan bersikap legowo, beban pikiran menjadi lebih ringan.
2. Membangun Hubungan yang Sehat
Orang yang legowo lebih mudah menjaga hubungan baik dengan orang lain karena tidak mudah tersinggung atau memperbesar masalah.
3. Membentuk Karakter Dewasa
Legowo adalah tanda kedewasaan. Tidak semua orang mampu menerima kekalahan atau kegagalan dengan tenang.
Apakah Legowo Berarti Lemah?
Tidak.
Sebaliknya, legowo justru menunjukkan kekuatan mental. Memaafkan dan menerima keadaan membutuhkan keberanian dan kebesaran hati.
Orang yang tidak legowo sering kali:
- Terjebak dalam kemarahan
- Sulit move on
- Terus menyalahkan orang lain
Sedangkan orang yang legowo lebih fokus pada perbaikan diri.
Cara Melatih Sikap Legowo
Sikap legowo tidak muncul begitu saja. Ini adalah hasil proses pembelajaran dan pengalaman hidup.
Berikut beberapa cara melatihnya:
1. Belajar Mengelola Emosi
Kenali emosi Anda ketika kecewa atau marah. Jangan langsung bereaksi, beri waktu untuk menenangkan diri.
2. Ubah Pola Pikir
Alihkan fokus dari “mengapa ini terjadi pada saya?” menjadi “apa yang bisa saya pelajari dari ini?”
3. Latih Rasa Syukur
Bersyukur membantu melihat sisi positif dari setiap kejadian.
4. Tingkatkan Empati
Cobalah memahami sudut pandang orang lain sebelum mengambil kesimpulan.
Legowo dalam Perspektif Sosial



Dalam kehidupan bermasyarakat, sikap legowo membantu menciptakan harmoni. Perbedaan pendapat tidak harus berakhir dengan konflik jika setiap pihak mau bersikap lapang dada.
Budaya legowo juga menjadi bagian dari nilai gotong royong dan toleransi yang dijunjung tinggi di Indonesia.
Perbedaan Legowo dan Ikhlas
Legowo dan ikhlas sering digunakan bersamaan, tetapi ada sedikit perbedaan nuansa.
- Ikhlas lebih berkaitan dengan ketulusan hati tanpa mengharapkan imbalan.
- Legowo lebih menekankan pada penerimaan terhadap situasi yang tidak sesuai harapan.
Keduanya saling melengkapi.
Tantangan Bersikap Legowo di Era Modern
Di era media sosial, banyak orang cenderung membandingkan diri dengan orang lain. Hal ini bisa memicu rasa iri dan sulit menerima keadaan.
Karena itu, sikap legowo menjadi semakin penting agar seseorang tidak mudah terpengaruh oleh tekanan sosial.
Kesimpulan
Legowo adalah sikap menerima keadaan dengan lapang dada, ikhlas, dan tanpa menyimpan rasa dendam. Istilah ini berasal dari budaya Jawa dan mencerminkan kebijaksanaan serta kedewasaan emosional.
Bersikap legowo bukan berarti lemah atau pasrah tanpa usaha. Justru, legowo menunjukkan kekuatan mental dan kemampuan mengelola emosi dengan baik.
Dalam kehidupan sehari-hari, sikap legowo membantu menjaga kesehatan mental, mempererat hubungan sosial, serta membentuk karakter yang matang dan bijaksana.
Semoga artikel ini membantu Anda memahami apa yang dimaksud dengan legowo dan menginspirasi untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.